Once Upon a Time in Babylon – Kisah di Babel

Satu tahun lagi pun berlalu dan konstruksi piramid Azur mulai melambat. Terkadang bahkan membutuhkan waktu sekitar 1 bulan hanya untuk meletakkan 1 buah batu. Menggerakkan batu ke level atas butuh kekuatan besar dan Azur menghabiskan banyak waktunya dengan Bennu untuk membangun otot yang lebih besar.

Sebagai tambahan, Azur menghabiskan banyak dari uangnya untuk biaya konseling dan suplemen diet yang dibutuhkan untuk berlatih. Azur mengestimasikan dari kecepatannya saat ini, piramidnya akan selesai dalam waktu 30 tahun.
Dengan bangga Azur mengatakan,”Setelah 3 tahun, saya telah melewati saudara saya begitu jauh. Dia bahkan belum meletakkan batu pertamanya! Orang bodoh itu!”

Namun, tiba-tiba, suatu hari ketika ia sedang mengangkat batu besar untuk piramidnya, Azur mendengar sebuah suara yang sangat keras muncul dari pusat kota. Orang-orang kota, pengamat umum dari karyanya, berhamburan
meninggalkan Azur untuk melihat apa yang sedang terjadi. Penasaran, Azur pun berhenti dan pergi untuk mengamati apa yang terjadi.

Dikelilingi oleh orang-orang yang bersorak, Chuma melewati pusat kota mengendarai mesin pengungkit berukuran raksasa yang terbuat dari roda, tali dan
berbagai macam. Ketika Chuma bergerak perlahan melewati jalan, Azur takut akan apa yang saat ini terjadi. Setelah Chuma mulai menggerakan mesinnya untuk membangun piramid, kecurigaan Azur menjadi nyata.

Dalam hitungan menit, mesin aneh Chuma mulai menggerakkan batu yang berat dan meletakkan fondasi dari piramidnya. Satu per satu, mesin tersebut mengangkat batu-batu dan meletakkannya dengan lembut bersebelahan di tempatnya.

Secara ajaib, mesin tersebut membutuhkan usaha yang kecil untuk membangun piramid Chuma. Letakkan roda yang terikat dengan tali dan dikontrol dengan sistem gigi, dan bingo! Batu-batuan yang berat terangkat sangat cepat dan ajaib!

Ketika fondasi piramid Azur membutuhkan waktu 1 tahun untuk dibangun, Chuma membangun fondasi piramidnya hanya dalam waktu 1 minggu. Di level kedua dimana Azur berjuang sangat keras, mesin Chuma melakukan pekerjaan
itu 30 kali lebih cepat. Ketika Azur bekerja 2 bulan, mesin Chuma hanya perlu 2 hari. Setelah 40 hari, Chuma dan mesinnya menyelesaikan sebanyak hasil kerja Azur selama 3 tahun.

Azur sangat hancur. Dia menghabiskan tahunan melakukan pekerjaan yang berat sementara Chuma hanya membangun mesin untuk membantunya bekerja.

Bukannya menghargai mesin tersebut, Azur berjanji,”Saya harus menjadi lebih kuat! Saya harus bisa mengangkat batu yang lebih berat!” Azur melanjutkan pekerjaan beratnya mengangkat batu untuk piramidnya sementara Chuma di bantu oleh mesinnya.

Setelah 8 tahun, Chuma menyelesaikan piramidnya pada usia 26 tahun. 3 tahun untuk membangun mesin dan 5 tahun untuk menyelesaikan piramid. Pharaoh sangat kagum dan melakukan apa yang telah Ia janjikan. Ia memberikan Chuma
kekayaan dan Chuma tidak perlu bekerja satu hari pun lagi sepanjang hidupnya.

Sementara, Azur masih terus mengerjakan rutinitas yang sama. Angkat batu, habiskan waktu dan uang untuk menjadi lebih kuat. Sayangnya, Azur menolak MENGAKUI strateginya yang salah dan memaksa proses yang sama: Mengangkat
batu yang berat sampai tidak kuat lagi… dan buat diri lebih kuat sampai bisa mengangkat batu yang lebih berat.

Keras kepala Azur membuatnya hidup penuh kesulitan. Ia tidak pernah menyelesaikan piramid yang di janjikan kepada Pharaoh hanya karena ia memutuskan untuk mengangkat semua sendirian dimana ia seharusnya fokus dalam membuat sistem yang dapat membantunya. Azur mengalami serangan jantung dan meninggal ketika mencapai level 12 dari piramidnya, hanya 2 level akhir sebelum selesai. Ia tidak pernah menikmati kekayaan seperti yang dijanjikan Pharaoh.

Sementara, Chuma pensiun 40 tahun lebih awal dengan penuh kelimpahan. Memanfaatkan waktunya yang luang, Chuma menjadi pelajar yang hebat dan penemu yang inovatif. Ia dimakamkan bersebelahan dengan Pharaoh di piramid yang sama yang dibuatnya.

==========================================================

Jadi apa yang bisa Anda pelajari dari cerita ini? Dalam bekerja perencanaan dan sistem itu sangatlah penting untuk membantu Anda mencapai hasil.

sumber: Andry Salim

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.