Kawasan di Sekitar Stasiun Tidak Cukup Hanya Ramai: Tantangan Berikutnya adalah Membuatnya Nyaman

Sebuah stasiun transportasi massal bisa membawa ribuan orang ke sebuah kawasan setiap hari. Tetapi keramaian tidak otomatis berarti kawasan tersebut nyaman. Tantangan berikutnya justru dimulai setelah penumpang keluar dari stasiun.

Perkembangan TOD di Jakarta memperlihatkan bahwa integrasi transportasi semakin diarahkan pada pengembangan kawasan. MRT Jakarta pada September 2026 menyiapkan tujuh proyek di enam lokasi TOD, sementara jalur LRT Kelapa Gading–Manggarai baru saja diresmikan.

Perjalanan Tidak Berakhir di Pintu Stasiun

Bagi pengguna transportasi publik, perjalanan terdiri dari beberapa bagian. Dari rumah menuju stasiun, berpindah moda, keluar dari stasiun, lalu berjalan menuju tujuan akhir.

Jika bagian terakhir hanya berupa jalan panas tanpa trotoar yang nyaman, pengalaman menggunakan transportasi publik tetap terasa berat. Karena itu, konsep konektivitas harus mencakup jarak beberapa ratus meter di sekitar stasiun.

Trotoar Bisa Menjadi Infrastruktur Ekonomi

Jalur pejalan kaki yang nyaman membuat orang lebih mudah mengakses toko, restoran, kantor, dan fasilitas publik. Aktivitas manusia yang lebih tinggi dapat membantu usaha di sekitar kawasan berkembang.

Namun trotoar bukan hanya soal permukaan jalan. Naungan, tempat duduk, penyeberangan yang aman, pencahayaan, dan akses untuk penyandang disabilitas ikut menentukan apakah seseorang mau berjalan.

Kepadatan Harus Diikuti Kualitas

Kawasan dekat transit memang membutuhkan kepadatan agar transportasi massal memiliki basis pengguna yang kuat. Tetapi kepadatan yang baik bukan berarti sekadar menambah bangunan.

Hunian, kantor, ruang publik, fasilitas kesehatan, sekolah, dan kegiatan komersial perlu memiliki hubungan yang masuk akal. Ruang terbuka dan jalur pejalan kaki juga perlu disiapkan sejak awal.

Jakarta dan Pelajaran untuk Kota Lain

Perkembangan transportasi Jakarta dapat menjadi laboratorium bagi kota-kota Indonesia yang sedang tumbuh. Ketika transportasi massal hadir, pemerintah dan pengembang memiliki kesempatan untuk membentuk kawasan yang lebih kompak dan efisien.

Kota lain dapat mengambil pelajaran yang sama bahkan tanpa membangun LRT atau MRT. Prinsip dasarnya tetap berlaku: tempat tinggal, pekerjaan, layanan, dan ruang publik sebaiknya tidak dirancang saling berjauhan tanpa koneksi yang baik.

Kota Nyaman Dimulai dari Langkah Kecil

Kereta yang cepat memang penting. Tetapi kota yang benar-benar nyaman mungkin ditentukan oleh hal yang jauh lebih sederhana: apakah seseorang dapat berjalan dari stasiun menuju rumah tanpa kepanasan, apakah orang tua dapat menyeberang dengan aman, dan apakah anak dapat menggunakan ruang publik tanpa harus berhadapan dengan kendaraan.

Di situlah pembangunan kota berubah dari sekadar proyek infrastruktur menjadi upaya memperbaiki kehidupan sehari-hari.

Sumber: ANTARA, 14 dan 16 September 2026; Sekretariat Negara, 16 September 2026.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Latest Articles